Perubahan Sistem Belajar Mengajar SDN Singkut




Muratara RI News - Pembelajaran di sekolah umumnya menggunakan metode tatap muka antara guru dan peserta didik untuk menyampaikan materi secara maksimal kepada peserta didik. Pembelajaran pada peserta didik berkebutuhan khusus pun sangat memerlukan tatap muka. Peserta didik berkebutuhan khusus adalah peserta didik yang memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan, potensi serta bakat mereka.


Di sisi lain, pembelajaran tak selamanya bisa dilakukan secara tatap muka, metode luring atau offline lah yang dapat membantu peserta didik untuk tetap belajar. Pembelajaran dengan metode Luring atau offline merupakan pembelajaran yang dilakukan di luar tatap muka oleh guru dan peserta didik, namun dilakukan secara offline yang berarti guru memberikan materi berupa tugas hardcopy kepada peserta didik kemudian dilaksanakan di luar sekolah. Namun metode ini mempunyai hambatan dengan peserta didik berkebutuhan khusus tunarungu, karena tidak semua wali murid memahami pembelajaran untuk tunarungu.


SDN singkut yang di pimpinan oleh ibu siti habsah menerapkan kebijakan barunya yaitu dengan menghilangkan sistem belajar secara luring dengan belajar di sekolah secara genap ganjil karena kewaspadaan ibu siti habsah yang menghilangkan sistem secara luring yang mempunyai dampak-dampak negatif seperti kecelakaan motor dan lain sebagainya, keterbatasan orang tua untuk mengantar jemput anaknya kerumah temannya karena pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan yang membuat kekhawatiran ibu siti habsah dalam perjalanan anak-anak ke rumah-rumah tanpa pengawasan orang tua maupun guru yang membuat ibu siti habsah untuk mengubah sistim belajar mengajar dari sistim luring diubah menjadi sistim genap ganjil. Harapan dari ibu siti habsah dan dari kita semua supaya mata rantai covid 19 ini cepat teratasi supaya bisa menjalani proses belajar mengajar secara normal seperti tahun-tahun sebelumnya.



Jurnalis
Ahyar Rusadi

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.