Masyarakat Bina Karya Tuntut Hak Lahan Transmigrasi Yang Hilang

Muratara RI News- Tepat tanggal 2 September 2020 puncak naik pitam masyarakat desa bina karya tidak terbendung atas kehilangan klaim luas lahan desa yang berpotensi mencapai 3469 Hektar, yang terindikasi masuk kelahan HGU PT Lonsum.

 Bapak Dumiati selaku kepala desa, BPD, tokoh masyarakat, dan seluruh masyarakat desa bina karya sp5 tran subur, berkumpul di kantor desa membahas tentang klaim lahan yang diindikasi hilang, tujuan kegiatan tersebut memasang patok perbatasan lahan desa yang dari tahun 1989-1990 klaim lahan desa seluas 4190 Hektar dan ditahun 2017 lahan desa menyusut menjadi 721 Hektar sehingga masyarakat merasa kehilangan atas luas lahan usaha 1 dan lahan usaha 2, transmigrasi akan berpindah ke desa-desa yang lain padahal milik resmi transmigrasi sesuai dengan yang ada didalam peta tahun 1989-1990 oleh kakanwil Sumatera Selatan.
 Secara permetaan geografis pengakuan atas pemerintah terhadap luas lahan desa bina karya telah satu pintu diakui, menjadi tanda tanya besar kenapa masuknya PT Lonsum yang beroperasi di kabupaten Muratara berakibat menyusutnya klaim lahan atas desa tersebut.
 Wartawan Revolusi memantau langsung kegiatan pematokan klaim lahan desa, terlihat antusias masyarakat bersemangat mematok lahan menggunakan kayu balok berwarna merah, bertanda bahwa lahan tersebut harus kembali kepangkuan masyarakat desa.
 "Kepada pemerintah kabupaten Muratara melalui dinas-dinas yang terkait diharap mendukung kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini, karena bisa berpotensi menimbulkan gerakan anarkis, sebab kerugian yang timbul atas hilangnya klaim lahan tersebut berpengaruh kepada pendapatan masyarakat desa karena lahan tersebut berfungsi sebagai tempat tanam tumbuh yang dimiliki masyarakat desa bina karya sp5 tran subur". Ungkap Dumiati.

Jurnalis Popi kasturi



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.