Sekolah Lapang Petani Gambut di Desa Biaro Lama


Muratara RI News- Lapang sekolah petani gambut digelar di desa biaro lama, kecamatan karang dapo, muratara,  Sumsel yang di laksanakan di kantor kepala desa biaro lama pada selasa (11/08/20)

Acara ini dihadiri dan di buka langsung oleh Bapak Dr.Ir.Suwigya Utama, MBA (Kepala Kelompok Kerja Edukasi Sosialisasi dan Pelatihan Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia), Bapak Dhio Dhani Shineba (Dinamisator Prov. Sum-Sel Badan Restorasi Gambut), dan Bapak Suhardiman, M.Si (Kepala Dinas Pertanian Kab. Muratara)
 Pertama, menerapkan pertanian tanpa membakar. Lahan-lahan pertanian di Desa biaro lama pada umumnya lahan gambut. Para petani terbiasa melakukan pembakaran lahan gambut untuk menurunkan keasaman dan menaikkan pH tanah.
 Bertahun-tahun pertanian dengan cara bakar lahan ini mereka lakukan. Namun demikian, ketika ekosistem gambut semakin rusak, hal ini tidak mudah lagi dilakukan.

Pada saat kebakaran hutan dan lahan terjadi sangat parah, larangan membakar lahan pun diterapkan dengan tegas. Proses hukum diberlakukan kepada para pembakar lahan gambut. Hal ini menyebabkan banyak petani di lahan gambut ketakutan. Mereka menghadapi dilema. Di satu sisi takut dengan ancaman hukuman. Di sisi lain, harus tetap melanjutkan kegiatan pertanian untuk kebutuhan rumah tangga.
 Perubahan kedua yang dilakukan Poktan Memanah adalah mulai menerapkan pertanian alami. Bekal pengetahuan dari Sekolah Lapang Petani Gambut BRG digunakan untuk membuat pupuk dan pestisida alami.
 Melalui Sekolah Lapang itu, Yusuf Alfrian,SP mulai terbuka pikirannya. Bertani tanpa membakar itu ternyata bisa dilakukan. Tidak hanya itu, Ismail juga mendapat pelajaran membuat pupuk dan pestisida alami sendiri.
 Atas kebijakannya bapak Yusuf Alfrian selaku kepala desa berhasil menerapkan sistim bertani tanpa membakar dan menjaga terjadi kebakaran hutan yang mengandung unsur positif bagi masyarakat dan negara.


Jurnalis
(Ahyar Rusadi)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.