Nadiem Beri Lampu Hijau Pembelajaran Tatap Muka

Nasional RI News - Mentri pendidikan mengizinkan sekolah yang berada di zona kuning untuk melakukan pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19.


Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pelonggaran kebijakan dalam proses belajar mengajar ini dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo serta mempertimbangkan kesulitan yang dihadapi oleh siswa, guru, dan orangtua selama belajar onlain.

Banyak proses yang berkaitan belajar onlain baik itu keluhan dari peserta didik, orangtua, dan juga pihak-pihak yang terkait sehubungan dengan diberlakukannya belajar dari rumah,” kata Muhadjir dalam acara Pengumuman Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Pemerintah mengingatkan, dengan dibukanya pembelajaran tatap muka di sekolah di zona kuning, maka kewaspadaan dan kehati-hatian juga harus ditingkatkan untuk menjaga keselamatan para siswa, guru.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan, berdasarkan riset, terdapat tiga dampak negatif yang berpotensi muncul akibat pelaksanaan PJJ yakni ancaman putus sekolah, penurunan capaian belajar, dan kekerasan pada anak serta risiko eksternal. Oleh sebab itu, pemerintah memutuskan untuk memberi perluasan pembelajaran tatap muka di zona kuning. Sedangkan sekolah yang berada di zona oranye dan merah, tetap melanjutkan pembelajaran jarak jauh.

Dia menuturkan, saat ini terdapat sekitar 43% peserta didik yang berada di zona hijau dan kuning dan mayoritas daerah yang berada di zona tersebut merupakan daerah tertinggal dan terluar di Indonesia.

Lebih lanjut Nadiem mengatakan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan dengan persetujuan dari seluruh pihak terkait yakni pemerintah daerah, satuan pendidikan/pihak sekolah, dan orang tua murid. Pembelajaran tatap muka dapat dimuai secara bersamaan di jenjang pendidikan dasar dan menengah yakni SMA/SMK, SMP, dan SD, sedangkan tatap muka bagi siswa PAUD boleh dilakukan dua bulan setelah pembelajaran tatap muka di tingkat dasar dan menengah diimplementasikan.(net)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.