"Tutur" Berikan Hak Jawab BSPS


Rejang Lebong RI-News Menyikapi pemberitaan miring tentang Bantuan  Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang menyalahi aturan penerima kepala desa Sambirejo kecamatan Selupu Rejang  menyampaikan hak jawabnya.


Sehubungan dengan berita miring yang disampaikan bahwa penerima bantuan BSPS ini berjumlah 129 KK. Dari 129 KK tersebut salah satunya adalah anak dari kepala desa Sambirejo Tutur.

Program BSPS ini diusulkan dari  pemerintah desa ke pemerintah provinsi melalui dinas PUPR dengan jumlah kuota sebanyak 129 KK, terkait dengan itu ada sebagian warga yang menolak menerima bantuan tersebut dengan alasan tidak sanggup untuk melanjutkan pembangunan dengan menggunakan dana swadaya, salah satunya adalah bapak Andi yang menolak bantuan tersebut.


Adapaun syarat penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 13/PRT/M/2016:

WNI yang sudah berkeluarga;
Memiliki atau menguasai tanah
a.     Tanah yang dikuasai secara fisik dan memiliki legalitas (sertifikat/surat keterangan
b.     Tidak dalam sengketa
c.      Lokasi tanah sesuai tata ruang wilayah;
Belum memiliki rumah, atau memiliki dan menempati rumah satu-satunya dengan kondisi tidak layak huni;
Belum pernah memperoleh BSPS;
Berpenghasilan paling banyak senilai UMP setempat;
Diutamakan yang telah memiliki keswadayaan dan berencana membangun atau meningkatkan kualitas rumahnya;
Bersedia membentuk kelompok maksimal 20 orang; dan
Bersedia membuat pernyataan


Bapak Andi menyampaikan sudah dua kali pemerintah desa untuk mengusulkan saya supaya dapat bantuan ini, tapi saya belum bisa menerima mengingat terbengkalainya bangunan nantinya karena belum punya  dana tambahan, karena dana dari BSPS ini berjumlah 15 juta untuk bahan bangunan dan dua juta setengah untuk upah tukang.

Bapak Tutur menyampaikan kepada tim media revolusi bahwa pemerintah desa sudah melakukan sesuai dengan aturan penerimaan bantuan yang ada.
" Kami dari pemerintahan desa mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan provinsi, karena dengan adanya bantuan BSPS ini melalui dinas PUPR Warga dapat merasakan mamfaatnya.  Kami dari pemerintah desa tidak membeda-bedakan apabila memang ada warga yang memang berhak mendapat bantuan, sebelum mendapat bantuan semua tim sudah bekerja, baik dari perangkat desa, tim survei lapangan dan dari dinas PUPR.
Dan saya sebagai kepala desa mewakili perangkat siap menerima kritik dan saran dari masyarakat dan pihak lain demi kemajuan desa Sambirejo.

Sutono selaku sekretaris desa mengatakan bahwa perangkat desa telah melakukan survei dilokasi setiap kepala dusun, setelah mendapatkan nama dari kepala dusun,maka nama itu akan diserahkan kepada kami, kemudian kita serahkan kepada pendamping bantuan BSPS untuk di verifikasi kelayakan bantuannya, setelah itu kami akan mendapatkan nama yang berhak mendapat bantuan.

Mulyadi, salah satu penerima bantuan BSPS ini merupakan menantu dari bapak Tutur selaku Kepala Desa yang bekerja sebagai petani dengan hasil sebulan dibawah satu juta rupiah dan Istri yang bernama Anggun merupakan anak Kepala Desa yang bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga. Mulyadi beserta istri mengucapkan terima kasih atas bantuan BSPS ini. Pembangunan rumah ini memang benar dari bantuan dari BSPS bukan bantuan kepala desa kepada anaknya, bantuan  yang berjumlah lima belas juta rupiah untuk bahan bangunan dan dua juta rupiah untuk upah tukang, sisanya kami menggunakan dana pribadi untuk melanjutkan pembangunan rumah ini,  sehingga kami bisa menempati rumah kami ini.

Ficky Pramana

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.