BKN Sebut Soal Tes SKD CPNS Tahun Ini Lebih Sulit


Jakarta -- Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menyebut tingkat kesulitan soal Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (SKD CPNS) tahun ini lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya.

Bima mengklaim pemerintah sudah mengevaluasi soal tes SKD CPNS agar dinaikkan kualitasnya dari soal SKD tahun-tahun yang lalu.

"Lebih tinggi sekarang tingkat kesulitannya. Nah, sebetulnya tingkat kesulitan relatif... Ada perbedaan soal sekarang lebih berkualitas dibanding soal tahun lalu," kata Bima di Kantor BKN..


Lebih lanjut, Bima menyatakan pihaknya sebenarnya memiliki beberapa model soal SKD, yakni soal yang memiliki kesulitan tinggi, sedang, hingga rendah. Meski demikian, ia menjamin ketiga komposisi soal itu akan terdistribusi merata.

"Kalau tinggi semua nanti enggak ada yang lulus, kalau rendah atau mudah semua nanti lulus semua. Jadi kita harus bagi dalam paket-paket soal di mana terjadi keseimbangan," kata dia.

Bima menyatakan tingkat kesulitan soal SKD tahun ini berdampak pada Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan CPNS menjadi menurun.

Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 di kantor Pusat Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta.

Dalam Permenpan-RB Nomor 24 Tahun 2019 Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS tahun 2019 dijelaskan bahwa nilai ambang batas yang digunakan berbeda dan lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu.

Bima menjelaskan ada tiga tes dengan nilai ambang diturunkan yakni 120 untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP), 80 untuk Tes Intelegensia Umum (TIU), dan 60 untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

"Dibutuhkan penyesuaian dari nilai-nilainya, jadi tak terlalu tinggi. Kalau nilainya sama seperti tahun lalu, itu akan lebih sulit, karena bobot soalnya jadi lebih baik," kata dia.

Tak hanya itu, Bima menyatakan ada perbedaan bobot kesulitan soal SKD di tiap-tiap daerah. Hal itu tak lepas dari penyesuaian tingkat sumber daya manusia di seluruh daerah yang ada di Indonesia.

"Untuk daerah-daerah yang SDM-nya masih belum bisa disejajarkan oleh Jakarta, tentu klo pakai soal-soal SKD Jakarta pasti ga ada yg lulus. Tapi di satu daerah akan memiliki tingkat kesulitan yang sama," kata dia.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.