Pemerintah Kabupaten Muratara Gagal Hadirkan Maneger PT LONSUM

Muratara Ri News - Hirup pikuk sengketa plasma 240 antara pemerintah desa Bina Karya dan Pt LONSUM seolah menjadi benang kusut yang tak berujung.

Pemerintah kabupaten Muratara melalui bapak Bupati telah memerintahkan asisten 1 untuk menghadirkan maneger Pt LONSUM dan pihak-pihak terkait lainnya dalam rapat yang di gelarkan di ruang sidang Bina Praja Setda Muratara 20 Desember 2019, tetapi seolah-olah tidak di indahkan oleh asisten 1 karena maneger Pt LONSUM Bapak Indra Purnama gagal di hadirkan dalam ruang sidang.

Perintah Bapak Syarif Hidayat selaku Bupati untuk menghadirkan semua pihak langsng di sampaikan kepada pemerintah dan masyarakat desa Bina Karya, jadi ada pertanyaan besar kenapa pihak Pt LONSUM tidak bisa hadir di ruang sidang hal ini menjadi puncak kemarahan bapak Dumiyati selaku kepala desa karena merasa tidak dihargai dan didengar apa yang menjadi permasalahan masyarakat.

"Rapat dijanjikan akan di gelar kembali pada 7 Januari 2020 merka memanggil semua pihak dan memintak pengakuratan semua data, masyarakat sangat berharap kepada pihak pemerintah lahan plasma 240 cepat mendapatkan titik terang agar terhindar dari prilaku yang anarkis, untuk menjaga keharmonisan diharapkan kepada pihak Pt LONSUM tidak mengadakan kegiatan seperti memanen di lahan yang bermasalah tersebut, pemerintah dan masyarakat sangat menjunjung tinggi proses hukum yang berjalan dan tidak akan melakukan kegiatan serta tindakan di lahan plasma 240" ungkap Dumiati.

Jurnalis

Diko

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.