Hak Jawab "Anton" Tentang Pembangunan Gedung Serbaguna


Rejang Lebong RI NEWS -  Pembangunan gedung serbaguna anggaran dana desa tahun 2018 menjadi prioritas usulan masyarakat desa Tasik Malaya, finishing yang harusnya diselesaikan akhir bulan Desember 2018 tetapi masyarakat beserta perangkat kompak mensilfakan dana tersebut karna waktu pembangunan diperkirakan tidak bisa diselesaikan dengan baik.

Mengenai adanya laporan oleh beberapa orang yang mengatas namakan masyarakat dan organisasi tentang pembangunan gedung serbaguna yang terindikasi menyalahi RAP.

Beberapa item mengenai laporan tersebut :
1. Rusaknya lantai yang terlihat pecah dan berlubang.
2. Atap yang terlihat melengkung karena kurangnya pemasangan kuda-kuda rangka baja.
3. Pintu terlihat tidak kokoh dan tidak sesuai standar.

Mengenai laporan tersebut tim investigasi Revolusi meminta Hak Jawab kepada Pemerintah Desa melalui Anton sebagai kepala desa dan Ryan sebagai ketua TPK.

Anton menjelaskan " Pembangunan Gedung Serbaguna belum diserah terima kepada pemerintah desa karena beberapa item yang termasuk didalam laporan tersebut dalam proses pengerjaan :
1.lantai yang pecah terlihat berlubang itu sengaja dipecahkan oleh pekerja, dikarenakan lantai kurang padat dan siap untuk dikerjakan kembali.
2.untuk atap itu diadakan perbaikan dengan menambahkan skor rangka baja lebih rapat agar tidak melengkung.
3.pintu yang terlihat tidak sesuai standar akan diganti karna waktu pembuatan terkesan terburu-buru dan kayu yang digunakan tidak kering.
Melalui keterangan ini saya selaku kepala desa siap menyelesaikan pembangunan gedung serbaguna secara baik dan sesuai SNI, untuk laporan kejanggalan pembangunan yang kami laksanakan di desa saya beserta perangkat desa siap menampung semua kritikan dan saran agar apa yang dibangun di desa Tasik Malaya bisa dinikmati azas manfaatnya sampai ke generasi yang akan datang ".

Tim investigasi Revolusi akan mengontrol kegiatan pembangunan gedung serbaguna tersebut sampai titik penyelesaian 100% yang akan diusahakan terealisasi di bulan Desember 2019.

Jurnalis

Diko

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.