Empat Tersangka OTT Dana Kelurahan Kotamadya Pagaralam

Pagaralam RI news–Kapolres Pagaralam, AKBP Dolly Gumara SIK MH didampingi Kasat Reskrim, Iptu Acep Yulisahara menetapkan empat tersangka  kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dana kelurahan yang melibatkan oknum lurah dan tiga ASN di lingkup Pemkot Pagaralam.

Pengungkapan kasus tipikor ini sempat terlambat dikarenakan pihak penyidik Unit Tipikor Polres Pagaralam tak ingin terburu-buru siapa saja oknum yang terlibat. “Penanganan sedikit lambat karena kita tak ingin terburu-buru namun mempertimbangkan azaz praduga tak bersalah,” ungkapnya dihadapan awak media di Mapolres Pagaralam, kemarin (30/10/2019).

Dia membeberkan, kronologis kasus tipikor ini berawal dari operasi tangkap tangan anggota Unit Tipikor pada 22 Agustus 2019 silam di Kantor Lurah Tumbah Ulas. Saat itu, ada tiga pelaku yang diamankan. Mereka, JH menjabat Lurah Tumbak Ulas, PD Kasi PLP Air Minum Dinas PUPR Kota Pagaralam, dan TS staf Dinas PUPR.

“Di lokasi ini juga, anggota mendapati barang bukti uang yang diduga sebagai fee proyek dana kelurahan,”ungkapnya

Nilainya, Rp.33.400.000 ini ditemukan di lokasi OTT.  Selanjutnya setelah dikembangkan didapat lagi uang Rp.79..100.00 dari suadara SW yang merupakan oknum PNS di Dinkes Pagaralam.

“Jadi, dalam kasus OTT ini diamankan total yang sebagai barang bukti Rp.112,5 juta,” uajg Kapolres seraya mengatakan jika barang bukti uang dari saudara SW ini berasal dari sejumlah pemborong yang akan melaksanakan kegiatan dana kelurahan.
Ditanya mengenai peran para tersangka, lanjut Kapolres mereka memiliki peran berbeda-beda. Hasil pemeriksaan penyidik, JH sebagai kuasa pemegang anggaran (KPA). “Diduga kuat mengkoordinir beberapa lurah terkait fee kegiatan dana kelurahan di lingkup Kecamatan Pagaralam Selatan,” ungkapnya

Sementara PD sebagai PPK sedangkan TS sebagai pengawas. Sedangkan SW sebagai pejabat pengadaan proses seleksi administrasi hingga lelang. “Sejumlah tersangka ini bahkan sudah menerima uang fee dari JH, salahsatunya berperan sebagai mediator,” ungkapnya

Selain menyita uang Rp.112,5 juta hasi OTT, penyidik Tipikor juga mengamankan sejumlah brang bukti lainnya. Seperti, 1 unit handphone merk Oppo, 2 unit laptop merk Asus dan Lenovo, hardisk eksternal, surat keputusan (SK) serta dokumen lainnnya.

Mengenai peruntukan dana kelurahan ini, tidak lain untuk mengerjakan sejumlah kegiatan pembangunan bagi kepentingan masyarakat. Seperti infratruktur fisik diantaranya jalan setapak, dreanase, air bersih hingga pengadaan barang. Yang jelas dalam pengusutan kasus OTT ini para tersangka dijerat Pasal 11 atau 12 jonto 55 UU No 31 tahun 1999 tentang Tipikor. Dengan ancaman lima tahun minimal 1 tahun.

“Berkas perkara ini sudah P21 sejak tanggal 23 Oktober lalu. Segera kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri Pagaralam,”ungkapnya(net)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.