BPBD Imbau Warga Siaga 32 Desa di Lima Kecamatan di Muratara Rawan Banjir



MURATARA RI News-Musi Rawas Utara (Muratara) termasuk kabupaten di Sumatera Selatan (Sumsel) yang menjadi langganan banjir.

Banyak perkampungan warga di wilayah Kabupaten Muratara berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara mencatat, dari 89 desa/kelurahan di Muratara ada 32 desa/kelurahan yang rawan banjir.

Sebanyak 32 desa/kelurahan itu berada di lima kecamatan, yakni Kecamatan Rawas Ilir, Karang Dapo, Rupit, Rawas Ulu dan Kecamatan Karang Jaya.

Bencana banjir biasanya terjadi akibat luapan sungai Rawas dan Rupit yang mengalir di sepanjang lima kecamatan tersebut.

"Ada lima kecamatan yang rawan banjir, kalau total desa kelurahan ada 32," kata Kepala BPBD Muratara.

Di Kecamatan Karang Jaya ada 7 desa rawan banjir, yakni Desa Tanjung Agung, Rantau Telang, Bukit Ulu, Muara Batang Empu, Sukamenang, Terusan dan Desa Embacang Lama.

Di Kecamatan Rawas Ulu terdapat 4 desa rawan banjir, yakni Desa Lesung Batu, Lesung Batu Muda, Lubuk Kemang dan Desa Remban.



Di Kecamatan Rupit terdapat 9 desa rawan banjir, yakni Desa Noman, Noman Baru, Batu Gajah, Maur, Maur Baru, Bingin Rupit, Karang Anyar, Lubuk Rumbai dan Desa Pantai.

Di Kecamatan Karang Dapo terdapat 4 desa dan kelurahan rawan banjir, yakni Desa Karang Dapo 1, Kertasari, Rantau Kadam dan Kelurahan Karang Dapo.

Di Kecamatan Rawas Ilir terdapat 8 desa dan kelurahan rawan banjir, yakni Desa Mandi Angin, Beringin Makmur I, Tanjung Raja, Belani, Batu Kucing, Pauh, Pauh I, dan Kelurahan Bingin Teluk.

Syarmidi mengatakan, upaya yang dilakukan pihaknya sebelum terjadi banjir adalah mengimbau masyarakat khususnya yang tinggal di bantaran sungai agar tetap siaga.

"Kalau di daerah kita ini banjirnya musiman, akibat sungai meluap, kami terus mengimbau masyarakat agar tetap siaga," katanya.

Pihaknya terus melakukan patroli guna memantau kondisi debit sungai Rawas dan Rupit, sehingga perkembangan volume air dapat terpantau.

"Volume sungai terus kami pantau, mudah-mudahan meningkatnya perlahan, tidak sekaligus, supaya warga ada persiapan," katanya.(net)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.