Header Ads

Sidang Lanjutan Indikasi Pemortalan Jalan PT CLBB Kabupaten Musi Rawas



Musi Rawas RI NEWS- selasa 3 September 2019 sidang saksi indikasi pemortalan jalan menuju lahan perkebunan PT CLBB di hadirkan lima orang saksi oleh  kejaksaan negeri Lubuklinggau, sidang diadakan di pengadilan negeri Lubuklinggau,sebelum saksi memberikan kesaksian di ambil sumpah terlebih dahulu.

Dari keterangan beberapa orang saksi alasan pak Hasani memortal jalan karena pihak perusahaan perkebunan sawit PT CLBB tidak kunjung menyelesaikan permasalahannya kebakaran lahan karet milik pak Hasani dan lahan beberapa warga yang sekarang dikuasai,ditanami sawit oleh PT CLBB.
 Pihak PT CLBB menghadirkan dua saksi, satu saksi mengatakan tidak ada akses jalan selain jalan yang di portal sedang saksi satu mengatakan bahwa beberapa meter dari jalan yang diportal ada jalan lain yang selama ini digunakan oleh PT CLBB menuju lahan milik PT CLBB, pihak pak Hasani menghadirkan 3 orang saksi,ketiganya mengatakan bahwa ada akses jalan lain menuju lahan PT CLBB.

Pihak saksi dari PT CLBB mengatakan bahwa lahan tersebut merupakan wilayah desa Semangus sedangkan pihak dari pak Hasani menyangga keterangan dari pihak PT CLBB bahwa lahan tersebut menurut keterangan saksi pihak pak Hasani wilayah desa Bingin Jungut kecamatan muara Kelingi mereka garap lahan tersebut dari tahun 2011 hal ini di buktikan dari keterangan saksi ali Ibrahim tepat lokasi pemortalan tersebut adalah lahan milik saksi ali Ibrahim.
Sebelum meninggalkan lokasi portalan pak Hasani membuat tulisan yang intinya tulisan tersebut supaya pihak PT CLBB sebelum membuka portal harap menyelesaikan permasalahan lahan mereka yang terbakar dan di kuasai PT CLBB,yang sebelumnya PT CLBB berjanji akan menyelesaikannya, Pemortalan tersebut terjadi lebih kurang 10 hari dan di buka oleh aparat kepolisian ungkap beberapa saksi saat persidangan.

Persidangan tanggal 3 September 2019 hari ini berjalan dengan lancar dan sidang akan di lanjutkan satu Minggu berikutnya dengan menghadirkan beberapa saksi lagi.

Jurnalis: Deni

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.