Header Ads

Dumiyati "Pemdes Bina Karya Siap Adu Data Kepemilikan 240 Lahan"


Muratara RI NEWS-Masyarakat  desa Bina Karya Kecamatan Karang Dapo  Kabupaten Musi Rawas Utara menuntut hak mereka di kembalikan,  lahan Plasma sebanyak 240 paket yang belum di kembalikan oleh PT LONSUM (London Sumatera) kepada masyarakat desa Bina Karya.

Lahan transmigrasi yang diberikan pemerintah kepada rakyat itu semata mata adalah untuk menghidupkan rakyat supaya bisa di kelola oleh masyarakat untuk kelangsungan kehidupan rakyat itu sendiri,  bukannya untuk merampas kehidupan rakyat.

PT LONSUM dalam pendaftaran lahan plasma desa Bina Karya terdiri dari 850 kapling (17700 hektar), menurut data hanya diselesaikan PT LONSUM 610 hektar, sedangkan yang belum di selesaikan oleh PT LONSUM sebanyak 240 paket atau 480 hektar, sementara lahan 850 kapling itu sudah di terbitkan SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang), maka dari itu sampai sekarang pajak masih di bayar oleh pemerintah desa Bina Karya sedangkan lahan tersebut masih di kuasai oleh pihak PT LONSUM.

Mirisnya lagi lahan Plasma sebanyak 240 paket tersebut sudah terdaftar di pemerintahan kabupaten namun lahan Plasma 240 paket tersebut tidak pernah di terima oleh masyarakat desa Bina Karya.

Karena itulah masyarakat desa Bina Karya Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara menuntut kepada pihak Perusahaan PT LONSUM supaya mengembalikan lahan Plasma kepada masyarakat.

Masyarakat desa Bina Karya sudah beberpa kali meminta pemerintah kabupaten Muratara untuk dapat menyelesaikan masalah ini tetapi pihak pihak yang terkait terkesan lamban dan tidak merespon dengan baik niat baik masyarakat. 

Sebelum klem lahan berlangsung anarkis diharapkan bisa secepat mungkin diselesaikan dengan dan bijak baik masyarakat pihak PT lonsum dan pemerintah kabupaten Muratara. (Riza/samsi)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.