Upaya Pembenahan Pasar Tradisional Modern Akan Ada Penataan Pasar Inpres Lubuklinggau


Lubuklinggau RI NEWS- selasa 27 Agustus 2019 Upaya Pembenahan Pasar Tradisional Modern
LUBUKLINGGAU-Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembanguan Setda Kota Lubuklinggau, H Nobel Nawawi memimpin rapat rencana penataan persiapan penertiban Pasar Inpres Kota Lubukkinggau tahun 2019 di Op Room Moneng Sepati.

Dalam rapat yang mengangkat tema "Kebijakan Pemerintah dalam Penataan dan Pengolahan Pasar Tradisonal Kota Lubuklinggau,” itu, H. Nobel Nawawi mengatakan Kota Lubuklinggau adalah kota jasa dan perdagangan.
“Kita tidak punya kebun sawit, karet dan tambang. Pasar inilah yang menjadi pendapatan utama kita. Namun sekarang kondisinya semakin semraut. Jadi banyak hal yang harus kita benahi. Kita harus atur tempat-tempat untuk para pedagang. Kita harus bina para pedagang. Yakinlah bila aturan kita tegakkan, tentu pasar akan bagus, baik dan tertib. Kita harus bentuk tim UCC,” papar Nobel.

Untuk mengurus ketertiban pasar bukan hanya tugas satu instansi saja. Dalam melakukan penertiban pasar, tentu harus didukung dasar hukum yang jelas. Adakan rapat secara rutin dengan sesama tim dan rumuskan kendala yang dihadapi pada bulan berikutnya untuk menjadi solusi pada bulan ketiga. 
“Lakukan pendekatan persuasif dengan pedagang. Perbanyak pasang Perda di lokasi pasar seperti plang-plang atau spanduk agar pedagang mengerti aturan yang berlaku. Kita melakukan penertiban memang tidak bisa secara langsung. Tujuan kita menertibkan pedagang yang berjualan di badan jalan bukan melarang mereka berdagang atau berjualan,” urainya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Lubuklinggau, Surya Darma dalam kesempatan itu membenarkan kalau kondisi pasar Inpres Lubuklinggau semakin semraut. Bahkan lanjut Surya, Wali Kota H. SN Prana Putra Sohe telah menginstruksikan agar diadakan penertiban pasar“Kita berharap kondisi Pasar Inpres kedepan semakin membaik. Dengan kondisi pasar saat ini, tentu saja bisa berpengaruh terhadap minat konsumen untuk berbelanja. Apalagi Pasar Inpres Blok A dan B kondisinya memprihatinkan, banyak pungutan liar, banyak bangunan liar imbuhnya.

Namun demikian, jika dibandingkan dengan Pasar Inpres, kondisi Pasar Bukit Sulap masih agak lumayan. Di Pasar Satelit juga masih ditemukan tempat-tempat kosong. Pasar Moneng Sepati kondisinya stabil. Sementara di Pasar Simpang Periuk ada 204 kios yang siap ditempati oleh pedagang. Tetapi hal itu belum sebanding dengan jumlah penjual, sehinga masih ada kios yang kosong karena tidak ditempati pedagang,Sedangkan Pasar Agro Bisnis yang ada di Watas, dialihfungsikan sebagai tempat pembongkaran. Setiap barang yang masuk tidak boleh langsung ke pasar tetapi harus melalui Pasar Agro Bisnis ini terlebih dulu.
Kondisi Pasar Rahma tidak ada pedagang yang berjualan disana, sementara Pasar Lubuk Tanjung dari 64 unit los yang disediakan, baru sebagian yang sudah ditempati.
Secara umum, berdasarkan data yang ada, Pasar Bukit Sulap jumlah los yang kosong 363 unit, kios 164 unit, Pasar Moneng Sepati, jumlah los yang kosong 19 unit, Pasar Simpang Periuk , jumlah los yang kosong 175 unit dan kios kosong 21 unit. Selanjutnya Pasar Rahma jumlah los yang kosong 40 unit, Pasar Lubuk Tanjung los yang kosong 64 dan Pasar Watas los yang kosong 40 unit dan kios yang kosong 12 unit.

Sebenarnya lanjut Surya Darma, para pedagang sudah disiapkan kios dan los tetapi masih banyak pedagang yang berjualan dipinggir jalan. Jumlah trantib kita ada 25 orang tapi dari jumlah itu dirasakan masih kurang. 
“Kedepan saya mengusulkan ada penambahan jumlah personel Trantib dari pensiunan TNI yang berminat. Kita juga siapkan anggaran untuk itu. Mohon dukungan semua pihak agar pasar kita tertib dan konsumen nyaman untuk belanja. Saya juga berharap tim ini serius,” pinta Surya Darma.
Dalam rapat yang dihadiri Polri, TNI, Brimob, Pol PP, Dishub, dan serikat pedagang menyatakan siap dan sepakat menjalankan kebijakan ini. 

Penertiban akan dimulai pada 2 Desember 2019 mendatang. Namun sebelum itu tentu akan dilakukan sosialisasi dan peringatan kepada pedagang terhitung mulai pada hari ini, (27/8). Bagi pedagang yang berminat pindah dan menempati pasar yang telah disiapkan oleh Pemkot Lubuklinggau bisa menghubungi Disprindag.(*)

Sumber : Diskominfo lubuklinggau

Dikutip:info Lubuklinggau

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.