Negara Tetangga pun Studi Banding di Desa Ponggok Indonesia


Empat Lawang RI NEWS- kegiatan bimtek yang di adakan di jogjakarta suatu keputusan yang tepat yang di ambil pemerintah, kenapa kita bilang demikian negara tetangga pun seperti Malaysia sanggup mengadakan bimtek di Indonesia khususnya di jogjakarta tentu mereka punya alasan tertentu,kalu dari segi SDM negara Malaysia tidak kalah hebat dari negara negara lain bisa saja Malaysia mengundang Nara sumber tentunya dari efesiensi biaya lebih irit tapi itu cuma mendapatkan teori, dengan perwakilan datang langsung ke Indonesia khususnya desa Ponggok mereka selain dibekali teori bisa melihat gimana penerapan langsung perkembangan pengelolaan dana desa sesuai yang diinginkan pemerintah yaitu kesejahteraan bersama.

Seharusnya kita kabupaten kabupaten di Indonesia harus merasa bangga, karena kita Indonesia sudah ada tempat studi banding yang di banggakan dunia,nantinya penerapan dan pengolahan dana desa tepat sasaran dalam mengembangkan ekonomi desa yang lebih maju dan lebih berkembang, supaya kedepannya kita diantara desa desa di kabupaten kabupaten di Indonesia bisa menjadi percontohan desa yang maju seperti desa Ponggok.
 Banyak alasan pemerintah mengapa di 2019 ini mengadakan bimtek harus di jogjakarta, salah satunya kalau di adakan di jogjakarta tentunya seluruh kepala desa bisa melihat langsung perkembangan desa modern jadi selain dibekali teori dari nara sumber bisa melihat bagaimana pelaksanaan pengelolaan bengembangan, tinggal lagi bagaimana kita merubah pola pikir kita baik kita selaku pengontrol maupun bagi yang mengelolah dana desa untuk mencapai kesejahteraan bersama.

dalam pengontrolan dana desa pemerintah sudah menyiapkan sejumlah pendamping atau konsultan untuk mengarahkan desa supaya dana desa tepat sasaran.
Supaya tidak ada kesimpangsiuran desa harus membuat pembukuan yang jelas dalam menjalankan kegiatan program dana desa dan setiap kegiatan dari titik nol persen 20 persen 40 persen sampai selesai kegiatan harus ada perdampingan dari pihak terkait hal ini untuk menghindari prasangka, sedang pemerintah membuat program dana desa supaya seluruh rakyat Indonesia di desa bisa menikmati kesejahteraan dari hasil bumi Indonesia yang kaya ini.(Deni)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.