Header Ads

Dinas Sosial Akan Tindak Tegas Adanya Pungli BPNT di Kecamatan Pendopo Barat Empat Lawang



Empat Lawang RI NEWS- kamis 2 Agustus 2019  beberapa warga keluhkan tentang pembagian penyaluran bantuan pangan non tunai (bpnt)di kecamatan pendopo barat,awal dari laporan dugaan pungli berawal dari penyaluran PKH beberapa bulan lalu adanya pungutan sebesar 10 persen dari dana yang di dapat oleh masyarakat dengan alasan untuk administrasi,hal ini terjadi berkali-kali setiap pembagian dana PKH.

Pembagian penyaluran bantuan pangan non tunai(bpnt) beberapa Minggu lalu pungutan terulang kembali setiap kepala keluarga baik yang sudah  mendapatkan bpnt maupun yang belum mendapatkan bpnt mereka di pungut biaya sepuluh ribu rupiah, untuk dua bulan jadi di pungut lima ribu rupiah perbulan dengan alasan yang sama untuk admistrasi,keluhan pertama tempat mengambil sembako di satu kecamatan di buat tiga tempat pengambilan , sedangkan janji awal tiap-tiap desa ada dua tempat pengambilan jadi masyarakat harus mengeluarkan ongkos lagi, yang kedua pangan yang di ambil tidak sesuai,satu keluarga mendapat 10 kg beras telor dua karpet untuk penerimaan dua bulan.

Masyarakat pun heran dan bertanya tanya, berapa sebenarnya bansos PKH dan BPNT yang berhak di dapatkan dan apakah memang ada aturan biaya administrasi sebesar sepuluh ribu rupiah untuk dua bulan per kepala keluarga.

Penelusuran team investigasi media Revolusi Indonesia terbukti Rabu 21 Agustus 2019 melihat warga menyetorkan uang untuk biaya administrasi sebesar lima ribu rupiah pengambilan BPNT di rumah salah satu warga, team investigasi media Revolusi Indonesia langsung menanyakan uang apa itu,ini uang administrasi untuk pengambilan BPNT besok,kami di suruh mengumpulkan uang besok tinggal di setorkan baru bisa kami ambil sembako,kalau tidak setor kami tidak akan dapat lagi ungkap kedua warga tersebut.
Saat di konfirmasi di dinas sosial bertemu dengan kabid pakir miskin ibu fafif fortuna oknum seperti ini harus ditindak tegas di berikan sangsi seberat beratnya,di tengah ekonomi masyarakat yang sulit seperti sekarang ini, masih ada saja oknum memanfaatkan situasi seperti ini sedang pemerintah mengucurkan bantuan pangan non tunai (BPNT) untuk mensejahterakan masyarakat, karena pihak dinas sosial memang tidak tau sama sekali ungkap beliau.

Pihak dinas sosial pun berterima kasih atas impormasi, dan mengatakan kita sama sama pantau setiap kucuran dana kepada masyarakat untuk menghindari adanya oknum nakal.

Jurnalis: Deni

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.