Header Ads

Cagar Budaya "ULAU DE'ES"



Lebong-RI NEWS- Sesuai dengan undang-undang nomor 11 tahun 2010 cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa benda cagar budaya,bangunan cagar budaya,struktur cagar budaya,situs cagar budaya dan kawasan cagar budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya.Karena memiliki nilai penting bagi sejarah,ilmu pengetahuan,pendidika,agama dan kebudayaan melalui proses penetapan cagar budaya.
 Keramat ULAU DE'ES yang berada di desa tunggang kecamatan lebong utara kabupaten lebong provinsi bengkulu, yakni berupa Batu Sumpah.Batu sumpah ini sendiri merupakan peninggalan dari raja KI KARANG NIO yang merupakan putra dari raja MAWANG dan CUCU raja MEGAT.Yang mana isi dari sumpah raja KI KARANG NIO ialah,air arus ketahun tidak boleh dinaiki/dilalui buaya,anak cucunya nanti telunjuk nya miring hal itu dalam artian sampai kiamat tidak boleh di ganggu oleh buaya dan anak cucu yang dijaga itu ada benang tiga warna (merah,putih,hitam) yang melekat di tubuh.
 Menurut MAR'AN selaku juru kunci (pengurus) keramat "ULAU DE'ES"kepada tim Media Revolusi,singkat cerita Batu Sumpah ini terjadi pada zaman batu dahulu.Yang mana tidak jauh dari batu sumpah terdapat batu besar sebagai landasan saat raja KI KARANG NIO memotong ekor buaya.Masih terlihat bekas injakan kaki dan garis pedang saat raja Ki Karang nio memotong ekor buaya tersebut.KI KARANG NIO merupakan putra ke-enam dari tujuh bersaudara.Ki Nio,Ki Tago,Ki Ain,Ki Jenain,Ki Geto,Ki Karang Nio dan putri serindang bulan merupakan anak dari Raja MAWANG.

Keramat ULAU DE'ES masih memiliki beberapa peninggalan dari raja Ki karang nio diantaranya berupa tombak gagang igis,bakul sirih,restant baju,piring retak seribu,dulang dan kendi.Peninggalan ini masih terus dijaga dan di rawat dengan sebaik mungkin.
LOTRIANA selaku kepala desa berharap semoga cagar budaya ulau de'es yang ada di desa tunggang ini,lebih diperhatikan oleh pemerintah,baik kabupaten maupun provinsi.Ini merupakan warisan budaya dari leluhur yang perlu kita lestarikan.Ia sangat berharap dinas terkait dapat menjadikan tempat warisan budaya ini menjadi lebih bagus dan baik lagi,Untuk saat sekarang ini jalannya kurang layak dan tempat untuk pengunjung yang tidak memadai serta tidak adanya fasilitas pendukung lainnya.Mengingat keberadaan cagar budaya itu sendiri memiliki nilai penting bagi sejarah pengetahuan,pendidikan,agama dan kebudayaan.( Fikri )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.