Header Ads

Warga Laporkan Kenerja Polsek Pendopo Empat Lawang Tidak Profesional


Empat Lawang RI NEWS- pasalnya ada korban penganiayaan sebut saja namanya Yasima binti Abu Hasim warga desa rantau dodor di aniaya oleh oknum pegawai Puskesmas desa lingge sebut saja namanya Rapika binti Kowi juga warga desa rantau dodor, kejadian berdasarkan keterangan suami korban, bapak pitai kejadian terjadi pada hari Rabu sekira jam 12,30 menit hari Rabu 1 Mei 2019 saat korban sedang membersihkan beras, tiba tiba datang ibu rapika binti kowi langsung menendang beras korban setelah itu sambil marah-marah pelaku mengambil batu melempar ke arah korban mengenai kaki kanan korban, kemudian korban  melaporkan kejadian kepolsek pendopo kabupaten empat Lawang, setelah sampai di Polsek pendopo korban menceritakan kejadian yang menimpanya, setelah selesai menceritakan kejadian suami korban dan korban meminta bukti laporan tapi apa kata oknum penyidik Polsek pendopo kabupaten empat Lawang, yang bisa ambil bukti laporan ini hanya pengacara kata oknum penyidik kepada suami korban.

Laporan tidak ada kabar beritanya, jika ditanya suami korban kepada oknum penyidik, tunggulah dulu kelang Minggu suami korban selalu bertanya kepada oknum penyidik, tapi jawaban tetap sama, tanpa ada tindak lanjut, sampai akhirnya suami korban menceritakan kejadian kepada team investigasi media Revolusi Indonesia dan suami korban meminta bantu untuk mengambil bukti laporan saat itu laporan kepolsek pendopo sudah perjalan lebih kurang 1,5 bulan jangankan ada tindakan terhadap pelaku bukti laporan pun tidak di kasih.

Dan akhirnya suami korban dan team investigasi media Revolusi Indonesia mendatangi Polsek pendopo untuk mengambil bukti laporan sekalian menanyakan perkara tentang laporan, sesampainya di sana bukti laporan dicari tapi tidak ketemu sampai akhirnya team investigasi mengatakan tentunya pasti ada tersimpan di komputer, jawab oknum penyidik tunggu sebentar saya buat sebentar, sesudah itu team investigasi media Revolusi Indonesia bertanya kepada penyidik, sudah di panggil pelaku pak, jawab team penyidik sudah tapi saat itu lampu mati jadi tidak bisa melanjutkan penyidikan terhadap pelaku, oknum penyidik ini tidak sadar bahwa dia mengunakan laptop bukan komputer jadi tidak ada alasan kalau memang mau meneruskan penyidikan terhadap pelaku, sampai akhirnya bukti laporan di berikan kepada suami korban, team investigasi media Revolusi Indonesia pun pura pura tidak tahu dengan maksud menunggu hasil tindak lanjut berikutnya.
Tanggal 11 Juli 2019 suami korban bersama team investigasi media Revolusi Indonesia datang kembali kepolsek pendopo kabupaten empat Lawang guna untuk menanyakan kembali perkara penganiayaan terhadap istrinya  dan sesampai di sana di beri surat hasil penelitian laporan dari penyidik, dan oknum penyidik mengatakan tunggulah satu Minggu ini, setelah sampai satu Minggu dari ucapan penyidik team investigasi media Revolusi Indonesia menanyakan kembali tentang perkara penganiayaan tersebut kepada langsung kepada penyidik via telepon, tapi apa jawaban, jawaban ucapan tidak ada kepastian,sampai saat ini pun pelaku penganiaya masih silakan hubungi penyidik saya, sampai akhirnya team media Revolusi Indonesia menanyakan langsung kepada penyidik via tlpn,tapi apa jawaban sampai saat ini pun pelaku penganiaya masih bebas berkeliaran tampah ada ketegasan dari pihak Polsek pendopo.

Harapan korban dan keluarganya supaya pihak polres dan polri bisa menindak tegas oknum seperti ini supaya masyarakat tetap percaya terhadap profesional kinerja polri.(deni)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.