Unjuk Rasa Minta Gubernur Copot Dadisdik



Palembang-RI NEWS- Kinerja Kepala Dinas Pendidikan Provinsi sumatera selatan  akhir-akhir ini menjadi pergunjingan masyarakat dan bawahannya, sebab ia terkesan buruk dalam menjalankan roda instansi yang ia pimpin sehingga sampai perwakilan masyarakat Gabungan pergerakan Keadilan(GPK) turun untuk berdemo demi menyampaikan inspirasinya.
Secara keseluruhan, kinerja Dinas Pendidikan sepanjang 2018 hingga 2019 mendapat catatan buruk.
Di antaranya, masih ditemukan adanya pungutan liar di sejumlah sekolah, kecurangan dalam Ujian Nasional, hingga kecurangan dalam penerimaan siswa siswi baru yang berzonasi.karena baru terealisasi lima puluh persen saja.kenapa hal ini masih ada di dunia pendidikan padahal sudah jelas itu dilarang oleh pemerintah dalam permendikbud.
Selain itu  setiap guru yang berminat untuk menjadi kepala sekolah patut DIDUGA dimintai uang pelicin di antara 50 juta sampai 150 juta rupiah tergantung tipe sekolah itu sendiri,
“Kelakuan Kadisdik yang sedemikian   sudah melanggar ketentuan yang ditetapkan oleh Permendikbud tentang tidak ada pungutan uang dalam instansi ini.

Gubernur harus segera memecat kepala dinas pendidikan  Widodo ”terang salah seorang sumber yang sekaligus koordinator masya demo Mukri AS kepada Media kamis 27/6/2019 pukul 10:30
Sumber melanjutkan kami akan berdemo terus setiap hari kamis sebelum kepala dinas pendidikan dan kabid SMA SMK di copot. perangai buruk Kadisdik dikhawatirkan mempengaruhi elektabilitas Gubernur sumatera selatan beserta Wakil.
“Jangan hanya karena satu orang pejabat berkinerja buruk, lalu Gubernur beserta jajaran nya ikut rusak. Masa mau jadi kepala sekolah dimintai uang,terus jarang berinteraksi dengan bawahanya.
Sebagai kepala atau pimpinan semestinya memberikan teladan yang baik kepada para bawahan. Masyarakat berpendapat lebih baik jabatan  sebagai Kadisdik segera diganti ,”terang sumber yang juga koordinator (GPK)sumatera selatan.
Diungkapkannya kita semua tidak ingin instansi yang mencerdaskan bangsa  ini dirusak oleh oknum pejabat yang kurang tanggung jawab.(Rian)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.