Header Ads

Di Diduga Perkebunan Sawit PT CLBB Merampas Lahan Milik Warga



Musi Rawas RI NEWS- berawal ditahun 2015 perkebunan sawit PT CLBB membersihkan lahan mereka saat itu ada pihak PT CLBB bapak Yatno, bapak Ari, bapak zul dan bapak Tris di tegur salah satu warga pemilik kebun bersebelahan dengan lahan milik PT CLBB sebut saja namanya bapak Hasani, bapak Hasani yang asli pribumi warga desa Bingin Jungut berkependudukan di desa temuan jaya (sp4) kecamatan muara Kelingi kabupaten Musi Rawas menegur salah satu pihak PT CLBB,hati hati kalau membakar lahan nanti merambah kelahan saya (ungkap pak Hasani)tenang saja pak,tidak apa apa karyawan kami banyak pak(jawab pihak PT CLBB) dua hari kemudian ternyata api menjalar kelahan warga bukan saja lahan milik pak Hasani yang terbakar namun lahan warga lain pun ikut terbakar, seperti lahan bapak aprian mangsa,lahan bapak ali Ibrahim,lahan bapak Hidayatullah dan di hari kejadian pihak PT CLBB tidak ada yang berkomentar.
 Di hari itu juga masyarakat yang lahannya terbakar langsung melaporkan kejadian kepemerintah desa, laporan tersebut diterima oleh pemerintah desa bahkan dua hari kemudian pemerintah desa dan masyarakat yang lahannya terbakar mengecek lahan milik mereka dan pihak PT CLBB pun di panggil oleh pemerintah desa dan warga yang lahannya terbakar namun tidak ada solusi dari pihak PT CLBB bahkan mereka berkata bukan kami yang membakarnya (jawab pihak PT CLBB).
 Setelah tidak menemukan solusi dari pihak PT CLBB warga yang lahannya terbakar melaporkan kepihak kecamatan muara Kelingi bahkan pak Hasani melaporkan kejadian ini ke Kapolres Musi Rawas,di aula kantor camat muara Kelingi pihak PT CLBB adanya pengakuan menawari warga yang lahannya terbakar agar di plasma kan atau di jual kepihak PT CLBB 20 juta rupiah per hektar nya,yang penting di ukurkan dulu(ungkap pihak PT CLBB) warga yang lahannya terbakar menyetujui namun apa yang terjadi setelah lahan itu diukur oleh pihak PT CLBB, PT CLBB mengaku bahwa lahan itu sudah di beli mereka.

 Saat diwawancarai team investigasi media Revolusi Indonesia warga yang lahannya diduga di rampas oleh pihak perkebunan sawit PT CLBB,kami masyarakat tidak ada lagi tempat untuk mengadukan perkara ini, mentang mentang kami rakyat kecil mereka semena mena kepada kami, lahan itu memang milik kami, sebelum PT CLBB masuk daerah kami,kami tenang tenang berkebun di sana,janji mereka tanggal 31 Desember 2016 mereka mau menyelesaikan dan kalau tidak di selesaikan kata pihak PT CLBB kami boleh memagar, setelah kami memagar malah kami di laporkan ke polisi, tanggal 17 Oktober 2017 saya di panggil polres muara Beliti dengan tuduhan malah kami yang di tuduh menguasai lahan milik mereka,bahkan beberapa bulan ini sudah berada kali saya di panggil pihak pengadilan, saya datangi, saya dak tau kalau masalah hukum dan undang-undang,kami datang karena lahan itu memang milik kami,ungkap pak Hasani (diko)



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.