Dumiati "perjuangkan 240 lahan plasma hak masyarakat Desa Bina Karya"



Muratara RI NEWS- Masalah lahan plasma yang dirampas oleh PT LONSUM terus bergulir sehingga membuat Bapak Dumiati harus berangakat ke jakarta untuk menemui Direksi PT LONSUM dan mengadukan langsung ke pihak Kementrian yang terkait dalam hal ini Mentri Dalam Negri dan Mentri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, hal ini dianggap perlu karna jalan yang ditempuh melalui mediasi di tingkat Kabupaten dan Menejer PT LONSUM yang ada di Kabupaten Muratara Tidak menemui titik terang atau jalan buntu.
 Dalam keberangkatan ke Jakarta Bapak Dumiati menyampaikan kepada Team REVOLUSI beliau menemui Wakil Direksi PT LONSUM ia belum bisa mengambil keputusan dalam masalah ganti rugi lahan plasma 240 yang diambil karna dengan alasan belum lengkapnya data dari perwakilan PT LONSUM yang ada di daerah.

Sedangkan Bapak Dumiati mempunyai data kongkrit dan akurat yang disampaikan kepada pihak Direksi PT LONSUM dan akan menjadi bahan bagi dewan Direksi dalam mengambil keputusan.
Masalah ini akan terus diperjuangkan oleh masyarakat dalam mengambil haknya karna PT LONSUM yang berdiri sejak tahun 1995 dianggap telah banyak mengambil hak masyarakat dan sudah saatnya dikembalikan.

Diharapkan masalah ini juga perlu perhatian bagi anggota DPRD Kabupaten Miratara karna mereka wakil rakyat dan sudah sepatutnya memperjuangkan hak Rakyat.(diko)

2 komentar:

  1. Inilah yang harus di perjuangkan karena masyarakat terlalu banyak yg dirugikan oleh perusahaan yg tidak memperhatikan mana yg berhak mendapatkan hak nya. Terus perjuangkan insyaallah tuhan akan selalu ada pada pihak yang benar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin dan mohon dukungannya demi kepentingan masyarakat banyak dan saya mewakili dr media revolusiindonesia.com bilamana ada menyangkut masalah hak masyarakat dan yang merugikan masyarakat agar di tindaklanjuti secepatnya. Trimakasih

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.