Kepala BNPT-RI Rangkul Mahasiswa IAIN Curup Perangi Radikalisme dan Terorisme


Rejang Lebong RI News- Dalam rangka memberikan edukasi dan pemahaman bahaya radikalisme dan terorisme kepada para generasi muda. Kepala Badan Nasional Penanggu langan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M. H. Sebagai Narasumber utama pada hari Jum'at (8/3/2019) pukul 13:30 Kepala BNPT memberikan kuliah umum di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup dan Dipandu oleh Dr. Yusefri sebagai moderator, yang bertema “ Mengarus-utamakan Islam Wasathiyah dan Mencegah Paham Berbahaya Bagi Kehidupan Berbangsa dan Beragama di Perguruan Tinggi  ” tepatnya di gedung Aula (IAIN) dengan memberikan pengarahan di hadapan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.


Kepala BNPT RI Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M. H. mengatakan para mahasiswa harus mempersiapkan diri sejak dini, untuk kemampuan menjadi profesional di masa mendatang. Di karenakan persaingan akan semakin banyak dan global, untuk itu harus bisa memanfaatkan ilmu sebaik-baiknya dengan meneruskan kuliah. Setelah dari IAIN kalian mau jadi apa dan mau ke mana, itu tantangan kalian dalam memanfaatkan ilmu selama berkuliah nanti, tegas Sehardi Alius

Lanjut Ia menjelaskan bahwa tantangan kedepan akan semakin sulit. Pasalnya, era sekarang semakin terbuka dengan kemajuan teknologi informasi. Dan itu juga dimanfaatkan kelompok radikal untuk menyebarkan pahamnya terutama melalui media sosial dan media digital lainnya.

Sekarang ini, lanjut Suhardi, siapa yang tidak mempunyai gadget? Ia yakin semua orang mempunyai gadget yang terkoneksi dengan internet. Dan hampir semua juga aktif bermedia sosial, sehingga disadari atau tidak, bahaya paham radikal telah masuk kedalam kehidupan sehari-hari. oleh karenanya kita harus berhati-hati menggunakan media sosial, karena sekarang kelompok radikal teroris menyebarkan propaganda melalui media sosial, maka kita harus waspada dan berani melawan kelompok radikal teroris melalui media sosial.


 "Persiapkan betul untuk menjadi orang yang profesional, dari segi pendidikan, entrepreneur karena itu sangat penting di masa mendatang dan kelak bisa menjadi pemimpin bangsa, oleh karena itu untuk menjadi profesional dibutuhkan kemampuan (skill) dan pengetahuan (knowledge), namun keduanya harus dibarengi dengan akhlak / moral. Dan ia mengajak untuk dalami masalah kebangsaan tidak hanya gunakan akal dan logika. Tapi juga harus pakai hati."

Dan ia juga memaparkan terkait benih-benih radikalisme itu muncul di lingkungan kampus, mengatakan juga kepada mahasiswa IAIN Curup harus paham tahapan-tahapan radikalisme itu muncul. Perhatikan lingkungan sekitar kita harus pandai mengingatkan jangan apatis jika di sekeliling kita agak menyimpang.
Dengan memberikan pencerahan identifikasi paham-paham radikal yang masuk ke kampus, dan bagaimana cara treatmentnya supaya kita memberikan guidance kepada mereka supaya lebih mengena jangan cuek dan apatis pada lingkungan, “ucapnya

"Maka dari itu tujuan dari memberikan kuliah umum ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup untuk memberikan pembekalan dan cara-cara menangkal dan menanggulangi radikalisme dan terorisme di lingkungan."

Tahapan dari radikalisasi di antaranya berawal dari pra radikalisasi yaitu proses awal radikalisasi individu sebelum menjadi garis keras, Identifikasi diri yaitu individu mulai dimasuki ideologi radikal, Indoktrinasi mulai meyakini bahwa tindakan jihad dibenarkan untuk mewujudkan tujuan kelompok tersebut, terlahir kembali yaitu individu memasuki eksekutor teror.

Di awal pembahasan tentang bahaya radikalisme dan terorisme, Kepala BNPT menegaskan yang dimaksud dari radikalisme yang akan dibahas ini seputar intoleransi, anti pancasila, anti NKRI dan penyebaran paham tafkiri. Tak hanya itu Beliau juga memutarkan video pengakuan dari pelaku bom bunuh diri JW Marriot yang dilakukan anak muda.

“Video pengakuan bom bunuh diri JW marriot membuktikan anak muda menjadi sasaran terorisme dan anak muda tanpa akhlak akan sangat mudah terpapar paham radikalisme,”  ujarnya Suhardi


Menutup kegiatan kali ini, Dr. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd., selaku Rektor IAIN Curup berterimakasih kepada BNPT RI BNPT RI Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M. H. Dan ia berharap setelah diberikan pencerahan oleh Kepala BNPT, mahasiswa IAIN Curup Bengkulu dapat menjadi agen perubahan. Sehingga pemahaman mengenai bahaya radikalisme dan terorisme tidak hanya berhenti di mahasiswa IAIN saja tapi bisa mempengaruhi masyarakat luas demi bangsa yang kita cintai ini menuju  perdamaian.

Turut hadir dalam kuliah umum antara lain, Direktur Penindakan BNPT, Brigjen. Pol. Drs. Torik Triyono, Ketua dan anggota Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Bengkulu, jajaran pengurus dan tenaga pengajar IAIN Curup serta pemerintah daerah setempat. Danrem/Dandim, Kapolda, Kapolres beserta jajarannya, Rektor IAIN Curup Dr. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd. dan mahasiswa/mahasiswi IAIN Curup.










Jurnalis : Amir Hamzah

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.