Akibat Kurangnya Kontrol Dari Pihak Sekolah Terkait Kabupaten Rejang Lebong


RejangLebong RI-News,  kejadian Jum'at, 08/02/2019,  pukul 11.28Wib Dari pantauan tim Revolusi dari yang kesekian kalinya ditempat yang sama di trotoar depan SMP Islami Center di depan Masjid Agung, tepatnya di samping Kediaman rumah dinas Bupati Kabupaten Rejang Lebong, telah menjadi tongkrongan anak-anak Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) terdekat.


Setiap sepulang sekolah mereka tidak langsung pulang menuju kerumah masing-masing, mereka membiasakan diri untuk nongkrong bersama-sama dan  sambil menghisab "ROKOK" dengan tanpa malu dan tanpa rasa takut mereka sambil merokok dalam mengunakan  seragam sekolah.

Menurut pedagang terdekat dari pantauan tim Revolusi sepertinya karena sudah keterbiasaan mereka yang mungkin kurang kontrol dan teguran dari pihak sekolah terkait, sehingga mereka tidak ada rasa takut, apa lagi kita lihat dari kondisi dengan berani nya mereka menghisab ROKOK di depan umum dengan menggunakan seragam sekolah, mana lagi yang berdekatan dengan sekolah mereka sendiri dan didekat lokasi perkantoran dinas Kabupaten Rejang Lebong.

Himbauan dari tim Revolusi Kepada pihak sekolah-sekolah di Kabupaten Rejang Lebong khususnya sekolah yang terkait agar secepatnya diberi tindakan yang tegas kepada siswa siswi masing-masing, karena dengan keterbiasaan mereka seperti itu untuk kedepannya bisa menghancurkan generasi penerus bangsa, mencemarkan nama baik sekolah, menghancurkan prestasi- prestasi sekolah yang sudah lama diraih, serta bukan hanya nama sekolah saja yang akan hancur tetapi imbasnya kepada visi dan misi Bupati Kabupaten Rejang Lebong.

Setelah tim Revolusi mencari informasi ternyata anak siswa SMP Negeri 2 Curup Kabupaten Rejang Lebong, dan tim Revolusi langsung mengkonfirmasi ke pihak sekolah terkait,

Senen, 11/02/2019, pukul 10:40Wib  kepala sekolah Bapak YANUAR memberikan hak jawab nya kepada tim Revolusi, " ia mengatakan silakan di ekspos ke masyarakat luas setiap ada temuan siswa nya yang melakukan kesalahan, Bapak Kepala sekolah ia sangat merasakan senang bila ada anak siswa nya di ekspos kan apa lagi hal-hal yang merugikan anak siswanya.


Jurnalis : Amir Hamzah

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.